Enam tahun Tencent duduk sebagai pemegang saham terbesar Marvelous. Per 31 Juli 2026, statusnya resmi hangus dan satu proyek game mobile Story of Seasons yang tidak pernah sekalipun ditunjukkan ke publik ikut dikubur bersamanya.
Kabar ini datang bukan lewat bocoran atau rumor forum, melainkan dari dokumen resmi yang Marvelous kirim ke Bursa Efek Tokyo. Buat kamu yang selama ini mengikuti seri Story of Seasons, Rune Factory, atau Daemon X Machina, mimin rangkum Marvelous Putus dengan Tencent.
Yang Terjadi di Rapat Direksi 31 Juli
Dalam rapat dewan direksi hari itu, Marvelous memutuskan mengakhiri Capital and Business Alliance dengan Image Frame Investment (HK) Limited anak usaha Tencent Holdings yang berbasis di Hong Kong.
Pemicunya bukan dari pihak Jepang. Image Frame Investment lebih dulu menyampaikan niat menjual sahamnya di Marvelous, mengacu pada peninjauan ulang portofolio investasi dan kebijakan alokasi modal grup Tencent. Setelah kedua pihak berdiskusi soal kelanjutan kerja sama, aliansi itu disepakati berakhir hari itu juga.
Perjanjian aslinya sendiri ditandatangani 25 Mei 2020. Waktu itu Tencent menggelontorkan sekitar 7 miliar yen (US$65 juta) untuk 20 persen saham, membuat Marvelous melepas 8,62 juta lembar saham baru seharga 576 yen per lembar, sementara Amuse Capital dan Hayao Nakayama masing-masing melepas 2,83 juta dan 708.600 lembar.
Konversinya ke rupiah kira-kira Rp1,17 triliun dengan kurs saat ini. Tapi ada detail menarik: dengan nilai tukar 2026, angka 7 miliar yen yang sama cuma setara sekitar US$43 juta. Kalau Tencent menjual di harga sekarang, selisihnya jelas tidak kecil.
Game Mobile yang Tidak Pernah Dilihat Siapa Pun
Grup Tencent memberi tahu Marvelous bahwa setelah mempertimbangkan kondisi bisnis dan profitabilitas proyek, mereka memutuskan menghentikan pengembangan satu judul yang digarap di bawah perjanjian lisensi adaptasi mobile IP Story of Seasons.Perjanjian lisensinya sendiri ditandatangani Maret 2019.
Jadi jaraknya memang tujuh tahun sampai sekarang. Tapi mimin perlu jujur di sini, tidak ada pernyataan resmi soal kapan produksi benar-benar dimulai, sebesar apa timnya, atau seberapa jauh progresnya. Beberapa media menulis “tujuh tahun pengembangan”, padahal yang bisa diverifikasi cuma umur kontraknya.
Yang sudah pasti, game ini tidak pernah punya trailer, screenshot resmi, atau tanggal rilis. Tidak ada yang bisa kamu tonton untuk mengenang.
Satu koreksi penting yang perlu kamu tahu. Perjanjian lisensi Maret 2019 itu tetap berlaku penuh, dan penghentian judul tersebut tidak berdampak pada hubungan kontraktual antara kedua pihak. Beberapa artikel menafsirkan ini sebagai “Marvelous sekarang bebas menggandeng partner mobile lain”, padahal maknanya justru sebaliknya. Lisensi mobile Story of Seasons masih dipegang grup Tencent. Marvelous belum mengumumkan rencana pengganti apa pun.
Marvelous menjalankan kebijakan permodalan gabungan: pembelian saham treasuri oleh perusahaan sendiri, pembelian saham oleh SBI SECURITIES, dan pembelian oleh sejumlah perusahaan operasional domestik Jepang. Praktis, saham Tencent dibeli kembali dan dipecah ke pihak-pihak lokal.
| Pemegang Saham | Sebelum | Sesudah |
|---|---|---|
| Image Frame Investment (Tencent) | 20,01% (peringkat 1) | 0,99% (peringkat 9) |
| Hayao Nakayama | 14,83% (peringkat 2) | 16,05% (peringkat 1) |
| Amuse Capital Investment | 9,39% (peringkat 3) | 10,16% (peringkat 2) |
Image Frame Investment memegang 12.166.400 lembar saham Marvelous sebelum perombakan ini, dan porsinya diperkirakan turun di bawah satu persen setelah semua transaksi rampung.
Nama Hayao Nakayama mungkin terdengar familier buat kamu yang mengikuti sejarah industri game Jepang dia mantan presiden Sega. Selain itu, satu direktur luar Marvelous, Shin Joon Oh, mengundurkan diri di tanggal yang sama karena posisinya terkait langsung dengan aliansi yang baru saja diputus.Marvelous memperkirakan seluruh rangkaian keputusan ini hanya berdampak kecil pada laporan keuangan konsolidasi untuk tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2027.
Ini bukan keputusan mendadak. Bloomberg sudah melaporkan pada 23 Juni 2026 bahwa Tencent sedang menegosiasikan keluar dari beberapa investasi studio game di Jepang, termasuk Marvelous, sebagai bagian dari peninjauan ulang portofolio globalnya. Laporan itu juga menyebut Tencent siap menjual kembali sahamnya ke tim manajemen asli, bahkan kalau harus menanggung kerugian.Menariknya, saham di PlatinumGames dan FromSoftware disebut tetap dipertahankan.
Jadi gimana pendapat kalian soal keputusan ini? Story of Season Mobile yang gk ada kabar ujungnya.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.